Rabu, Maret 16, 2011

Keajaiban Sedekah

Memberi Satu Dirham, Allah Memberinya Seratus Dua Puluh Dirham
by : oaseislam.com

Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, "Seorang laki-laki menceritakan kepadaku, 'Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberi tahunya bahwa mereka bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia memberikan uang satu dirham itu kepada keduanya, dan ia tidak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi istrinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang istri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang aku bawa. Apakah engkau mau menukarnya dengan barangku (daganganku)?' Ia pun mengiakan. Ikan itu lalu di bawa pulang. Kepada istrinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tidak berdaya karena lapar.' Maka, sang istri segera mengurus ikan tersebut. Lalu, dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Rabu, Maret 09, 2011

Mengenal Malaikat

Malaikat (Bahasa Arab: ملاءكة) (baca: malaa-ikah) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.

Etimologi Arab

Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul.
Malaikat di dalam ajaran Islam

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”

Selasa, Maret 08, 2011

"Beda bisa Luar biasa"


Oleh ; Laili BadRiyah
(Alumni Manbaul Ulum, sekarang menjadi mahasiswa UIN SUKA)


Perbedaan itu ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.

Berikut di antaranya;

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan. 

            Berpikirlah positif dengan mensyukuri  adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan  sebagai kekayaan. Cara pandang yang  benar akan melahirkan sikap yang tepat.  Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari  perbedaan.

Senin, Maret 07, 2011

Foto 2011

Foto-foto TPQ dan Madrasah Diniyyah Manbaul Ulum
Suasana Pelajar yang menunggu jam masuk kelas
Suasana Pelajar yang menunggu jam masuk kelas

Sabtu, Februari 26, 2011

Hukum Wakaf Dengan Uang Tunai


dakwatuna.com – Wacana pemberdayaan ekonomi umat melalui sertifikasi wakaf dengan uang tunai yang lazim dikenal Sertifikat Wakaf Tunai (Cash Waqf Certificate) tidak terlepas dari pendekatan konseptual, sistematika dan metodologinya. Prof. Volker Nienhaus, peneliti senior non muslim dan ahli ekonomi Islam dari Universitas Bochum Jerman dalam artikelnya berjudul Islamic Economics: Policy between Pragmatism and Utopia (1982) mengungkapkan empat formula pendekatan kajian ekonomi Islam: pragmatis, resitatif, utopian, dan adaptif.