Memberi Satu Dirham, Allah Memberinya Seratus Dua Puluh Dirham
by : oaseislam.com
Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, "Seorang laki-laki menceritakan kepadaku, 'Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberi tahunya bahwa mereka bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia memberikan uang satu dirham itu kepada keduanya, dan ia tidak memiliki sesuatu.
Ia lalu mendatangi istrinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang istri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang aku bawa. Apakah engkau mau menukarnya dengan barangku (daganganku)?' Ia pun mengiakan. Ikan itu lalu di bawa pulang. Kepada istrinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tidak berdaya karena lapar.' Maka, sang istri segera mengurus ikan tersebut. Lalu, dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.
by : oaseislam.com
Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, "Seorang laki-laki menceritakan kepadaku, 'Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberi tahunya bahwa mereka bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia memberikan uang satu dirham itu kepada keduanya, dan ia tidak memiliki sesuatu.
Ia lalu mendatangi istrinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang istri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang aku bawa. Apakah engkau mau menukarnya dengan barangku (daganganku)?' Ia pun mengiakan. Ikan itu lalu di bawa pulang. Kepada istrinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tidak berdaya karena lapar.' Maka, sang istri segera mengurus ikan tersebut. Lalu, dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.


